
MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan komitmen cepat dalam merespons bencana infrastruktur pendidikan. Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, meninjau langsung kondisi atap bangunan SDN 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, yang ambruk akibat cuaca ekstrem pada Jumat (1/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUTR, serta Plt. Kepala BKAD untuk memetakan langkah rehabilitasi darurat agar aktivitas belajar mengajar tidak lumpuh total.
Soroti Kualitas Konstruksi
Selain faktor cuaca berupa hujan deras dengan intensitas tinggi, Bupati Eman Suherman menyoroti adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada bangunan yang baru direhabilitasi tahun 2021 tersebut.
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi catatan:
• Ketebalan Material: Penggunaan baja ringan hanya berukuran 0,75 mm, yang dinilai di bawah standar keamanan beban atap.
• Jarak Kuda-kuda: Jarak antar kuda-kuda melebihi 1 meter, padahal secara teknis idealnya maksimal adalah 80 cm untuk menjamin kekokohan.
“Ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami. Fasilitas pendidikan adalah pelayanan dasar, kualitas pembangunannya tidak boleh main-main karena menyangkut keselamatan anak-anak kita,” tegas Bupati di sela-sela peninjauannya.
Langkah Darurat dan Penggunaan Dana BTT
Guna mempercepat pemulihan, Bupati menginstruksikan agar perbaikan dilakukan segera tanpa menunggu siklus anggaran reguler atau perubahan. Pemkab Majalengka akan mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk rehabilitasi atap tersebut.
“Saya minta perbaikan dilakukan secepatnya dengan standar kualitas yang terjamin. Pengawasan harus diperketat agar tidak ada lagi pengerjaan yang asal-asalan,” tambahnya.
Keberlanjutan KBM Menjadi Prioritas
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pihaknya telah menyiapkan skema relokasi kelas sementara agar siswa tetap bisa belajar mulai awal pekan depan.
“Siswa akan dialihkan sementara ke ruang perpustakaan dan mushola. Kami menjamin hak pendidikan siswa tidak akan terganggu,” jelas Umar.
Disdik Majalengka juga berencana melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan sekolah lain di wilayah Kabupaten Majalengka sebagai langkah antisipasi (mitigasi) guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
Diterbitkan oleh:
Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Kabupaten Majalengka
Jum’at, 1 Mei 2026