Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Wabup Majalengka Canangkan Gerakan ‘Geber Jumat’ di Pintu Masuk Kota

| 0

Majalengka – Pemerintah Kabupaten Majalengka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan aksi nyata Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jumat (Geber Jumat) di Rest Area Panyingkiran pada Jumat (5/6/2026).


​Acara ini dihadiri oleh Organisasi perangkat daerah, Camat Panyingkiran, serta seluruh peserta Geber Jumat.
​Dalam sambutannya, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan menekankan bahwa peringatan HLH Sedunia yang tahun ini mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” bukan sekadar seremonial tahunan. Tema tersebut menjadi panggilan untuk aksi nyata dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, pencemaran, dan pengelolaan sampah.


​Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun, yang berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan di Majalengka.


​Berdasarkan data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), nilai IKLH Kabupaten Majalengka mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni dari 60,74 pada tahun 2024 menjadi 69,38 pada tahun 2025.

​Meski menunjukkan tren positif, Dena mengingatkan agar seluruh pihak tidak berpuas diri. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama menyangkut pengelolaan sampah, peningkatan kualitas tutupan lahan, pengendalian pencemaran, serta penguatan perilaku ramah lingkungan di tengah masyarakat.

​Pemilihan Rest Area Panyingkiran sebagai lokasi pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu pintu masuk utama menuju Kota Majalengka.


​”Tempat ini menjadi wajah pertama Kabupaten Majalengka yang dilihat oleh para tamu, wisatawan, investor, dan siapa pun yang datang ke daerah kita,” ujar Dena dalam sambutannya. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Rest Area Panyingkiran sebagai etalase kebersihan dan keindahan agar memberikan kesan pertama yang positif bagi setiap pengunjung.


​Menghadapi tantangan besar terkait sampah, Pemkab Majalengka menetapkan arah baru melalui paradigma: “Sampah Beres di Rumah, Beres di Desa.” Pemerintah mendorong penyelesaian sampah langsung dari sumbernya, di mana pemilahan dilakukan sejak di tingkat rumah tangga.


​Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Majalengka terus menggalakkan program Siber Desa (Sinergi Bersih Desa). Model ini menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis kolaborasi antar-desa melalui pemanfaatan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) bersama agar lebih efisien dan berkelanjutan.


​Secara khusus, Wakil Bupati menegaskan kepada seluruh camat untuk menjadi motor penggerak program ini. Ia menginstruksikan agar program Siber Desa terlaksana dan diperkuat di seluruh 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka.


​”Jangan biarkan desa berjalan sendiri-sendiri, bangun kolaborasi, bangun sinergi, bangun komitmen bersama. Karena persoalan sampah tidak akan selesai oleh satu pihak, tetapi hanya akan berhasil apabila menjadi gerakan bersama,” tegasnya.


​Di akhir sambutan, Wakil Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari Kepala Desa, RT, RW, PKK, Karang Taruna, sekolah, hingga dunia usaha—untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya sehari-hari dengan memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, serta menanam pohon.


​Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan Gerakan Geber Jumat dilaksanakan demi mewujudkan “Majalengka Langkung Sae”.