Get Adobe Flash player

PROFILE RSUD MAJALENGKA

 

VISI

Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka perlu ditetapkan suatu visi rumah sakit yang akan memberikan arah agar seluruh daya dan upaya yang dilakukan rumah sakit dapat diarahkan untuk mencapai tujuan secara bertahap,  yakni memberikan pelayanan kesehatan secara optimal.

Visi : “ Menjadi Rumah Sakit Terpercaya dan Pilihan Utama di Kabupaten Majalengka Tahun 2013”.

Depinisi operasional : Terpercaya yaitu pelayanan rumah sakit yang prima, profesional, terjangkau, cepat, ramah, aman dan nyaman, refresentatif, bermutu dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan sehingga pelanggan percaya akan tujuan pelayanan rumah sakit dibanding  dari rumah sakit lain di  Kabupaten Majalengka, dan menjadi pilihan utama dari masyarakat Majalengka.

MISI

Sejalan dengan visi RSUD Majalengka, maka dirumuskan beberapa misi yang pada prinsipnya lebih bersifat tujuan jangka panjang dari suatu organisasi dan berfungsi memberikan tuntutan yang teguh dalam pengambilan keputusan. Dengan dasar pemikiran tersebut, maka RSUD merumuskan misi yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai berikut :

  1. Memberikan pelayanan kesehatan secara profesional, bermutu dan terjangkau
  2. Mengupayakan peningkatan sarana prasarana rumah sakit yang memadai
  3. Mewujudkan Peningkatan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit.
  4. Mengembangkan sistem informasi rumah sakit berbasis IT yang handal

Sejarah

Menurut sejarahnya Rumah Sakit Umum Daerah  Majalengka berdiri sekitar tahun 1911 namun bagaimana proses dan siapa pendirinya belum ada penelitian tentang hal ini sehingga tidak diketahui secara pasti. Namun yang jelas pada tahun 1962 seorang berkebangsaan Jerman, dr. Heinz Time Germal tercatat menjadi Direktur pertama Rumah Sakit Majalengka. Kemudian pada tahun 1965 dr. Heinz Time Germal kembali ke negerinya dan untuk sementara pimpinan Rumah Sakit Majalengka dipegang oleh Kepala Dinas Kesehatan Dati II Majalengka, yaitu dr. le Tiong Bie atau dikenal dengan nama dr. Iwan Satibi. Pada saat itu, Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka merupakan Rumah Sakit Kelas D. Pada tahun 1966 dr. Dadang Sulaeman Rusydi yang berasal dari Tasikmalaya diangkat menjadi Direktur RSUD Majalengka yang ke Dua dan beliau memimpin sampai tahun 1972.

Setelah kepemimpinan dr. Sulaeman Rusyidi berakhir, kursi kepemimpinan diganti oleh dr. Muchyidin Hanafi Sutisna Sanjaya yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Dati II Majalengka menggantikan dr. Iwan Satibi yang pensiun tahun 1980. Pada tahun 1984, dr. Muchyidin Hanafi Sutisna Sanjaya digantikan oleh Direktur penggantinya, yaitu dr. Gufron Amali yang memimpin sampai dengan tahun 1997 (pensiun). Dalam masa kepemimpinan beliau, Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka berubah statusnya dari kelas D menjadi kelas C berdasarkan SK Menkes Nomor. 105/Menkes/SK/II/tahun 1988.

Pada periode selanjutnya, pimpinan dipegang sementara oleh dr. H. Endang Suhenda  sebagai pelaksana harian (PLH) selama 1 (satu) tahun sampai tahun 1997.

Pada pertengahan tahun 1997 dilantik Direktur definitif, yaitu dr. Irama Nirwana Lubis, M.Kes. dan berakhir tahun 1998 karena beliau meninggal dunia selama masih menjabat dan selanjutnya Direktur dijabat lagi oleh dr. Endang Suhenda sebagai pelaksana teknis (PLT) yang berakhir sampai bulan Maret 2001, karena pada bulan tersebut dilantik lagi Direktur definitif, yaitu dr. H. Maman Suparman Gani, MARS.

Kepemimpinan dr. H. Maman Suparman Gani, MARS berakhir sampai tahun 2003 sehubungan dengan adanya mutasi Direktur karena dr. H. Maman Suparman Gani, MARS menjadi Direktur RSUD Cideres dan sebagai penggantinya adalah dr. H. Eddy Rudianto M.Kes. yang semula menjadi Direktur RSUD Cideres.

Kepemimpinan dr. H. Eddy Rudianto.M.Kes berakhir pada tahun 2006 karena beliau memasuki masa pensiun dan kemudian digantikan oleh dr. H. Hamdi, M.Kes.. Kepemimpinan beliau juga berakhir sampai pensiun yaitu tanggal 1 September 2008. yang langsung digantikan secara definitif oleh dr. H. Asep Suandi, M.Epid.

Pada ahir tahun 2008 seiring adanya penggantian Bupati dari Bupati Tuti Hayati Anwar, SH, M.Si kepada H.Sutrisno. SE M.Si terjadi mutasi kepala SKPD  pada bulan Februari Tahun 2009, dr. H. Asep Suandi. M.Epid di Mutasi ke RSUD Cideres dan RSUD Majalengka dijabat oleh H.Alimudin,S.Sos.MM. terhitung tanggal 25 Pebruari 2009.

LOKASI

Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka berlokasi  di Jl . Kesehatan No . 77 , Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Adapun batas batas lahan yang dimiliki RSUD Majalengka yaitu :

  • Sebelah Utara      :  Pemakaman Umum
  • Sebelah Selatan   :  Jl . Kesehatan ( Pemukiman Penduduk )
  • Sebelah Timur     :  Permukiman Penduduk
  • Sebelah Barat      :  Gang. Marjali ( Pemukiman Penduduk)

 

Dengan Luas Lahan 41.240 M2  ( Denah Lahan Terlampir) Catchment area RSUD Majalengka meliputi jangkauan wilayah III Cirebon, Kuningan, Indramayu, Sumedang. Ciamis dan Tasikmalaya Akses pelayanan tersebut meliputi :

 

Sebelah Barat

 

Mencapai jangkauan wilayah Kecamatan, Panyingkiran, Kadipaten, Jatutujuh, serta wilayah perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Indramayu.

Sebelah Timur

 

Mencapai jangkauan wilayah Kecamatan Cigasong, Rajagaluh, Sindangwangi serta wilayah Perbatasan dengan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan

Sebelah Utara

 

Mencapai jangkauan wilayah Kecamatan Dawuan. Jatiwangi, serta wilayah perbatasan kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon.

Sebelah Selatan

 

Mencapai jangkauan wilayah Kecamatan Maja, Talaga, Cikijing dan perbatasan dengan Kabupaten Ciamis.

KEDUDUKAN

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka dikatakan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka merupakan unsur pendukung tugas Bupati. Rumah Sakit Umum Daerah dipimpin oleh seorang Direktur dan bertanggung Jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Undang-Undang Rumah Sakit Bab III pasal 4  Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Sedangkan menurut Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka. Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan, melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit.

Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Rumah Sakit Bab III Pasal 4, Rumah Sakit mempunyai fungsi :

  1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;
  2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga  sesuai kebutuhan medis;
  3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan
  4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan;

Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka menyelenggarakan fungsi  meliputi:

  1. Pelayanan Medis; Penunjang medis dan non medis;
  2. Pelayanan dan asuhan keperawatan;
  3. Pelayanan rujukan;
  4. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM);
  5. Penelitian dan pengembangan;
  6. Pelayanan administrasi umum dan keuangan

SUSUNAN ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 Tanggal 1 Desember tahun 2009 Tentang Organisasi perangkat Daerah Kabupaten Majalengka Susunan Organisasi RSUD Majalengka terdiri atas :

a.

Direktur

 

b.

Kepala Bagian Tata Usaha, membawahkan :

 

 

-

Sub Bagian Umum

 

 

-

Sub Bagian Kepegawaian.

 

 

-

Sub Bagian Perlengkapan.

 

c.

Bidang Pelayanan dan Keperawatan, membawahkan :

 

 

-

Seksi Pelayanan  dan Penunjang Medis dan Non Medis

 

 

-

Seksi Keperawatan

 

d.

Bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, membawahkan :

 

 

-

Seksi Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

 

 

-

Seksi Penelitian dan Pengembangan

 

e

Bidang Keuangan, membawahkan :

 

 

-

Seksi Perbendaharaan

 

-

Seksi Anggaran dan Akuntansi

f.

Kelompok Jabatan Fungsional

Komite Medik

 

Staf Medik Fungsional

 

Satuan Pengawas Internal

 

Komite Keperawatan

 

Instalasi

 





 

 

KELAS

Dengan Surat keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 105/Menkes/SK/II/tahun 1988 RSUD Majalengka ditetapkan sebagai rumah sakit kelas C. Dengan 4 (empat) pelayanan spesialis dasar yaitu spesialis Penyakit Dalam, Bedah, Penyakit Anak, Kebidanan dan penyakit kandungan ditambah Pelayanan Spesialis lainnya.

Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah  Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Daerah Majalengka Nomor 10 tanggal 1 Desember Tahun 2009 Tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah, maka Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah kelas C.

Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka dengan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :HK.07.06/III/1280/09 pada tanggal 14 April 2009 Tentang  Pemberian ijin penyelenggaraan Rumah Sakit Umum Daerah dengan Nama Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat.

STRATEGI  KEBIJAKAN

  1. Peningkatan pelayanan secara terus menerus melalui penelitian yang berkesinambungan.
  2. Peningkatan SDM Rumah Sakit melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan bagi staf managerial, tenaga profesi, dan administrasi serta Menempatkan pegawai dan jajaran manajerial sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.
  3. Peningkatan dan melakukan penelitian serta kajian mengenai pelayanan kesehatan yang dibutuhkan  masyarakat Majalengka melaksanakan kerjasama dengan institusi pendidikan guna peningkatan pelayanan Rumah Sakit
  4. Peningkatan sarana dan prasarana secara bertahap sesuai kebutuhan rencana pengembangan pelayanan dengan terus menerus meningkatkan kemampuan dibidang  system Informasi Rumah Sakit yang handal.
  5. Peningkatan kerjasama dengan institusi pendidikan/ lintas program dan sektor terkait guna peningkatan pelayanan Rumah Sakit .

 

TUJUAN

  1. Meningkatkan jumlah jenis dan mutu pelayanan rumah sakit serta meningkatkan cakupan pelayanan rumah sakit.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia rumah sakit serta iklim dan kinerja yang kondusif.
  3. Meningkatkan mutu pelayanan dan terjangkau oleh masyarakat.
  4. Meningkatkan kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan rumah sakit untuk mewujudkan penyelenggaraan administrasi serta  SIM RS yang handal
  5. Meningkatkan kerjasama /kemitraan/ lintas program /lintas sektor terkait

 

SASARAN

  1. Terwujudnya jumlah jenis dan mutu pelayanan rumah sakit serta meningkatkan cakupan pelayanan rumah sakit.
  2. Terwujudnya kualitas sumber daya manusia rumah sakit serta iklim dan kinerja yang kondusif.
  3. Terwujudnya mutu pelayanan dan terjangkau oleh masyarakat.
  4. Terwujudnya kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan rumah sakit untuk mewujudkan penyelenggaraan administrasi serta  SIM RS yang handal
  5. Terwujudnya kerjasama /kemitraan/ lintas program /lintas sektor terkait

JENIS PELAYANAN

Jenis pelayanan kesehatan yang ada saat ini di RSUD Majalengka, meliputi:

  1. Instalasi Rawat Jalan
  • Poli klinik Penyakit Dalam
  • Poli klinik Anak
  • Poli klinik Bedah
  • Poli klinik Kandungan dan Kebidanan
  • Poli klinik Mata
  • Poli klinik THT
  • Poli klinik Kulit dan Kelamin
  • Poli klinik Syaraf
  • Poli klinik kesehatan Mental
  • Poli klinik Gigi
  • Poli klinik Umum
  • Poli klinik TB/DOTS
  • Poli klinik Gizi
  • 2. Instalasi Gawat Darurat
  • 3. Instalasi Rawat Tinggal dengan jumlah Tempat tidur 152
  • Ruang Perawatan anak ( Melati)
  • Ruang perawatan bedah ( Nusa Indah )
  • Ruang perawatan penyakit dalam ( Mawar )
  • Ruang perawatan kebidanan & kandungan (Teratai)
  • Ruang perawatan penyakit syaraf (Flamboyan)
  • Ruang perawatan kelas utama (Bougenvile dan Anggrek)
  • Ruang perawatan VIP A dan VIP B
  • Ruang perawatan bayi / perinatologi
  • Ruang perawatan intensif (HCU)
  • 4. Instalasi Kamar Operasi
  • 5. Instalasi Anesthesi
  • 6. Instalasi Farmasi
  • 7. Instalasi Laboratorium
  • 8. Instalasi Radiologi
  • 9. Instalasi Gizi
  • 10.  Instalasi Sanitasi
  • 11.  Instalasi/IPSRS
  • 12.  Instalasi Rekam Medik
  • 13.  Pelayanan Kamar Jenazah