Bupati Majalengka Dorong Pasar Tradisional yang Rapih, Sehat dan Tertata untuk Kenyamanan Masyarakat

| 0

MAJALENGKA – Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan pasar tradisional agar menjadi lebih rapih, sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun pedagang.

Hal tersebut disampaikan Bupati usai melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Kabupaten Banyumas terkait optimalisasi pengelolaan pasar tradisional serta tata kelola sampah modern.
Menurut Bupati, pasar tradisional bukan hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, tetapi juga wajah daerah yang harus dijaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanannya.

“Pasar tradisional harus berubah menjadi tempat yang bersih, sehat, rapih dan tertata. Masyarakat ingin datang ke pasar dengan nyaman, pedagang pun bisa berjualan dengan aman dan tertib,” ujar Bupati, Selasa (12/5/2026).

Ia mengatakan, konsep pengelolaan pasar yang baik seperti yang diterapkan di Banyumas dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kabupaten Majalengka, terutama dalam hal penataan pedagang, pengelolaan sampah, drainase, sanitasi hingga kawasan kuliner terintegrasi.

Bupati berharap pasar-pasar tradisional di Majalengka ke depan mampu menghadirkan suasana yang lebih modern tanpa menghilangkan ciri khas kerakyatan.

“Pasar rakyat harus tetap menjadi denyut ekonomi masyarakat kecil, tetapi tata kelolanya harus terus ditingkatkan. Kebersihan, keamanan dan kenyamanan menjadi kebutuhan utama,” katanya.

Selain itu, Pak Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi dan keterlibatan masyarakat agar lingkungan pasar tetap sehat serta tidak menimbulkan persoalan baru.

“Sampah jangan lagi dipandang sebagai masalah semata, tetapi harus bisa dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Kita ingin pasar di Majalengka bersih dan bebas dari tumpukan sampah,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, harapan masyarakat Majalengka terhadap pasar tradisional saat ini sangat jelas, yakni hadirnya pasar yang tidak kumuh, bebas bau, tertib lalu lintas, memiliki area parkir memadai serta fasilitas umum yang layak.

“Masyarakat ingin pasar yang nyaman untuk keluarga, aman bagi pengunjung, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tuturnya.

Salah seorang warga Majalengka, Siti Nurhayati warga Kecamatan Kadipaten, menyambut baik rencana penataan pasar tradisional yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, masyarakat sudah lama menginginkan pasar yang lebih bersih dan tertata agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja.

“Kalau pasar bersih dan rapih tentu masyarakat senang datang ke pasar. Selama ini kadang persoalannya becek, sampah menumpuk dan parkir semrawut. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih nyaman,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asep Rahmat, warga Kecamatan Jatiwangi. Ia berharap penataan pasar tidak hanya dilakukan pada bangunan fisik, tetapi juga pengelolaan kebersihan dan ketertiban pedagang.

“Pasar tradisional itu pusat ekonomi rakyat, jadi harus dijaga bersama. Kami berharap ada tempat sampah yang memadai, saluran air bagus, dan penataan pedagang lebih tertib supaya pembeli nyaman,” katanya.

Sementara itu, pedagang sembako di Pasar Kadipaten, Rohimah, mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mendorong penataan pasar tradisional agar lebih rapih dan nyaman.

Menurutnya, kondisi pasar yang bersih dan tertata akan berdampak langsung terhadap meningkatnya minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

“Pedagang pasti senang kalau pasar dibenahi. Pembeli juga lebih nyaman kalau jalannya bersih, tidak becek dan parkirnya tertata. Mudah-mudahan pasar di Majalengka semakin maju,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dedi Supriadi, pedagang sayuran. Ia berharap penataan pasar juga dibarengi dengan perhatian terhadap fasilitas pendukung seperti drainase, penerangan dan pengelolaan sampah.

“Yang paling penting kebersihan dan sampah jangan menumpuk. Kalau pasar bersih, pembeli betah dan pedagang juga nyaman berjualan,” katanya.

Sementara itu, pedagang kuliner malam, Yayah, berharap pemerintah dapat menghadirkan kawasan kuliner yang tertib dan terintegrasi sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung.

“Kalau ditata bagus, pedagang kaki lima juga punya tempat yang layak. Pembeli nyaman, pedagang pun lebih tenang berjualan,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Majalengka, lanjut Eman, akan terus mendorong dinas terkait untuk melakukan penataan bertahap terhadap pasar-pasar tradisional agar mampu bersaing dan menjadi pusat ekonomi rakyat yang sehat dan berdaya saing.

Editor : Pings/Diskominfo