Rabu, 15 November 2025

Majalengka, 5 November 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka bersama Polres Majalengka memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di halaman Mapolres Majalengka, Rabu (05/11/2025).
Upacara siaga ini dipimpin langsung oleh Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, bersama Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian. Apel diikuti oleh personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Basarnas, PolPP, Damkar, PMI, organisasi relawan kebencanaan, serta unsur pemerintah daerah.
Kesiapsiagaan Lintas Sektor sebagai Kunci Mitigasi
Dalam amanatnya, Bupati Eman Suherman yang membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengecekan menyeluruh terhadap kemampuan personel, sarana, dan prasarana untuk memastikan respon cepat dan tepat dapat dijalankan saat situasi darurat terjadi.
“Apel siaga ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana. Kita harus siap siaga, baik dari segi personel, peralatan, maupun koordinasi, agar dapat memberikan pertolongan cepat dan tepat kepada masyarakat,” tegas Bupati.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang kerap melanda Majalengka.
Fokus pada Informasi, Logistik, dan Keterlibatan Masyarakat
Bupati Majalengka secara khusus meminta BPBD untuk aktif memberikan informasi dan imbauan terkait potensi ancaman bencana kepada masyarakat. Selain itu, kesiapan personel, peralatan evakuasi, sarpras operasional, serta logistik pendukung harus dipastikan mudah digerakkan setiap saat.
Senada dengan Bupati, Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif, tidak hanya terbatas pada aparat dan relawan.
“Kita berharap sinergitas ini terus terjaga. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan seluruh stakeholder siap menghadapi situasi apapun, demi keselamatan dan keamanan masyarakat Majalengka,” ujarnya.
Pengecekan Peralatan dan Potensi Kerawanan
Dalam apel siaga tersebut, juga dilakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, mulai dari kendaraan operasional, perahu karet, hingga peralatan evakuasi, demi memastikan seluruh perlengkapan dalam kondisi siap pakai.
Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, menegaskan bahwa pihaknya siaga penuh menghadapi potensi bencana alam yang diperkirakan meningkat pada periode November 2025 hingga April 2026.
- Wilayah Rawan Longsor (Selatan): Kecamatan Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Banjaran, Maja, Argapura, Sindang.
- Wilayah Potensi Banjir: Kecamatan Ligung, Jatitujuh, Kertajati, Kadipaten.
BPBD Majalengka mencatat, hingga awal November 2025, sudah terjadi 195 kejadian bencana di seluruh wilayah, sebagian besar berupa longsor dan banjir.