Get Adobe Flash player

Penyerahan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2012

MAJALENGKA - Bupati Majalengka H. Sutrisno, SE, M.Si menyerahkan alokasi dana desa (ADD) secara simbolis kepada Kepala Desa Kareo Kecamatan Banjaran Rp. 100.000.000,- sebagai Desa terkecil penerima ADD dan Kepala Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten sebagai Desa terbesar penerima ADD sebesar Rp. 200.022.320,-. Di Gedung Yudha Karya Abdi Negara Setda Majalengka, Senin (30/7).

Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Majalengka Drs. Rd. Umar Ma’ruf, MM dalam laporannya mengatakan bahwa Alokasi Dana Desa bersumber dari dana perimbangan pusat dengan daerah sebesar Rp. 40 Milyar yang disalurkan kepada 323 Desa dari 26 Kecamatan. “Adapun mekanisme penyalurannya, pencairan berlangsung I tahap sebesar 100 %, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang 2 tahap pencairan.” Jelasnya.

 

Kabag Tapem menambahkan bahwa syarat pencairan alokasi dana desa yaitu rancangan anggaran biaya (RAB) yang disetujui BPD dan diketahui Camat, Kwitansi dan APBD Desa yang bersangkutan. “Dalam tahap I pencairan baru 178 desa yang dokumen pengajuannya telah lengkap sedangkan sisanya tahap II bisa dicairkan di BRI Unit Kecamatan masing-masing,” ujarnya.

Bupati Majalengka H. Sutrisno dalam sambutannya mengatakan kebijakan pencairan ADD  bertujuan untuk mempercepat laju pembangunan dan stimulan bagi desa dalam pemberdayaan masyarakat sesuai potensi desa masing-masing, serta untuk mewujudkan optimalisasi otonomi desa.

Bupati juga berpesan kepada Kepala Desa agar bisa menggunakan dana ADD sesuai dengan juknis yaitu 70 % untuk pembangunan infrastruktur dan 30 % untuk belanja operasional pemerintah desa. “Untuk itu para Camat harus memberikan arahan dan pengawasan dengan cermat terhadap penggunaan alokasi dana desa,” ujarnya.

Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Majalengka merupakan kabupaten yang mengalokasikan dana ADD terbesar di Wilayah III Cirebon yaitu mencapai Rp. 40 Milyar. Hal ini untuk menyukseskan Rencana Pembanguan Jangka Menengah Daerah yaitu mewujudka Kabupaten Majalengka Religius, Maju dan Sejahtera (REMAJA) sebagai pusat pembangunan Jawa Barat bagian timur. “Untuk itu Bappeda Kabupaten Majalengka sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa,” pungkasnya.