BIJB Akan Groundbreaking September 2014

MAJALENGKAKAB.GO.ID.- Proyek Bandar Udara (Bandara) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat merupakan salah satu proyek yang akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di masa akhir pemerintahannya.

Rencananya proyek ini akan groundbreaking pada September-Oktober 2014 karena persoalan pembebasan lahan sudah hampir selesai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan lahan yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat (Jabar) mencapai 1.800 hektar. Kini hanya tinggal sedikit lagi yang masih proses pembebasan dari total kebutuhan lahan sebesar 2.000 hektar.

"Kita tahu pemda berkewajiban siapkan tanahnya, tanahnya sudah disiapkan 1800 hektar," ungkap menteri yang kerap disapa CT ini di kantornya, Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Kewajiban Pemda selanjutnya yang harus dipenuhi adalah membuat aturan untuk penunjukkan pelaksana proyek kepada BUMD atau perusahaan daerah. Mereka nantinya akan bekerjasama dengan BUMN bandara yaitu PT Angkasa Pura II.

"Agar nantinya prosesnya bisa business to business," sebutnya.

Chairul Tanjung melanjutkan, proyek ini juga melibatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang tengah membangun infrastruktur sisi udara bandara, yaitu pembuatan runway sepanjang 3000x60 meter. Prosesnya sudah mencapai 40%.

"Pembangunannya telah dilaksanakan Kemenhub," ujar Chairul Tanjung.

Proyek ini ditargetkan dapat groundbreaking (peletakkan batu pertama) sebelum pemerintahan Presiden SBY berakhir. Sekitar bulan Sepember dan Oktober. "Insya Allah secepatnya," tukasnya.

Pembangunan bandara ini atas usulan Pemda Jabar untuk menggantikan fungsi dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Bandara seluas 2.000 hektar ini akan dilengkapi dengan akses tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, juga akses kereta. Luas terminalnya mencapai 60.000 meter persegi yang bisa menampung 5-6 juta penumpang.

Bandara ini ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2018 termasuk segala infrastruktur pendukungnya. Untuk membangun Bandara Kerjati diperlukan dana hingga Rp 5,5 triliun. (Dtc)