Artikel

Dishubkominfo Gelar Sosialisasi Internet Sehat

MAJALENGKAKAB.GO.ID.- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Majalengka menggelar sosialisasi internet sehat bagi aparat desa dan fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan di gerai PNPM Mandiri Panyingkiran Majalengka, Rabu (23/4).


"Sosialisasi internet sehat ini untuk mendukung teman-teman di desa dan sebagai tahapan-tahapan untuk mewujudkan e- goverment secara keseluruhan di Majalengka," kata Kadishubkominfo Drs. Agus Permana, AP, MP melalui Kabid Kominfo Wawan Kurniawan, ST, MT.Sosialisasi dan pelatihan internet sehat ini menurutnya tidak hanya untuk pamong desa namun termasuk menjalin kemitraan dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan KB denga memberikan pelatihan kepada fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan.

"Ke depan sosialisasi dan pelatihan ini tidak hanya di tingkat Kabupaten, namun akan kami usahakan untuk berlanjut mungkin bisa di tingkat desa atau kecamatan," ungkap Wawan.

"Jangan pernah berpikir tidak bisa menggunakan internet, kita pasti bisa, dengan belajar seperti mengikuti pelatihan ini, kendalanya orang yang dikirim ke pelatihan dari desa itu suka berbedan padahal materi yang diberikan bersambung, jadi bisanya hanya setengah-setengah akhirnya tidak nyambung," lanjutnya.

Kabupaten Majalengka sendiri menurutnya dalam
E-goverment menduduki peringkat ke 13 dari 26 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

"Kelemahan dalam E-Govermeny kita belum punya Perda atau payung hukum yang mengatur bagaimana Kominfo memfasilitasi OPD-OPD, Kecamatan dan desa dalam E-Goverment. Kalau payung hukum sudah ada Majalengka bisa berada di posisi ke 5 di Jawa Barat karena infrastrukturnya sudah bagus," jelasnya.

Wawan mengatakan setelah sebelumnya pihaknya mengembangkan di OPD-OPD seperti Dinas dan Badan, mulai tahun 2013 konsentrasi diarahkan ke desa.

"Mulai 2013 sudah fokus ke desa, dengan keluarnya UU desa kemarin, kami memandang hal tersebut membuka peluang sektor IT untuk berkembang di desa," ujarnya.

Menurutnya dengan data yang tersimpan di desa bagus dan akurat serta update akan bersumber kepada perencanaan pembangunan yang benar.

"Kalau data di desa bagus dengan terkoneksi ke Bappeda akan timbul perencanaan yang benar, maka evaluasi dan hasil pembangunan pun akan bagus, sebaliknya kalau datanya kacau bagaimana akan timbul perencanaan yang benar, evaluasi dan hasilnya pun akan tidak benat," tandasnya. (***)