Bupati Majalengka Canangkan Pekan Imunisasi Nasional Tahun 2016

MAJALENGKAKAB.GO.ID Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya terutama pada Balita usia 0 – 5 tahun agar terhindar dari penyakit polio, Bupati Majalengka mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2016 di Ligung Lor, Selasa (8/3).

               

Dalam laporannya sebagai Ketua Tim PIN, Asisten Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka Drs. H. Abdul Gani, M.Si., yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Gandana Purwana, MARS. mengatakan bahwa latar belakang diselenggarakannya Pekan Imunisasi Nasional di Indonesia adalah sidang World Health Assembly pada tahun 2012 yang membahas mengenai pencapaian upaya eradikasi polio yang merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat global.

                Untuk mencapai tujuan tersebut, menurutnya, dibutuhkan komitmen global dimana setiap negara perlu melaksanakan tahapan-tahapan pemberian imunisasi tambahan polio, penggantian dari trivalent oral polio caccine, introduksi inactivated polio vaccine, dan penarikan seluruh vaksin polio oral.

                Menurut Gani, tujuan dilaksanakannya Pekan Imunisasi Nasional polio di Indonesia adalah tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020. Sasaran jangka pendeknya, untuk memastikan tingkat imunitas terhadap polio di masyarakat dan memberikan perlindungan secara optimal dan merata kepada Balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio sabin dengan jumlah balita yang menjadi target imunisasi polio mencapai 98.959 orang.

                Gani menambahkan bahwa pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional dimulai tanggal 8 Maret 2016 sampai dengan 15 Maret 2016 bertempat di pos-pos PIN yang telah ditetapkan mulai di rumah sakit, Puskesmas, Pustu, hingga Posyandu yang tersebar di desa/kelurahan wilayah Kabupaten Majalengka.

                Sementara itu Bupati Majalengka, H. Sutrisno, SE., M.Si., di hadapan Unsur Muspida, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kantor Kemenag Kab. Majalengka, para pejabat pemerintah kabupaten, para Camat, Camat Ligung, unsur Muspika, para kepala desa/BPD/LPM se-kecamatan Ligung, para alim ulama, tokoh masyarakat, ketua Ormas, tokoh pemuda dan undangan lainnya mengatakan bahwa kesehatan masyarakat merupakan unsur yang strategis untuk diwujudkan dalam mendorong produktivitas kegiatan masyarakat, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia yang sehat, yaitu sehat fisik, material dan sosial, sebagai salah satu bentuk modal pembangunan.

                Menurut Bupati, hingga saat ini penyakit polio masih menjadi ancaman terjadinya kecacatan dan kematian bagi anak-anak Indonesia. Selain itu, polio masih berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) dengan angka kematian yang tinggi.

                Oleh karena itu, dilaksanakannya pemberian imunisasi tambahan polio ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari penyakit yang sering menyerang balita, khususnya penyakit polio.

                Kepada para alim ulama dan tokoh masyarakat, Bupati meminta dukungan dan bantuannya agar mendukung pemberian imunisasi ini dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat yang memimliki balita. Terutama bagi para orang tua yang senantiasa enggan membawa anak-anaknya untuk diberikan imunisasi karena persoalan keyakinan atau masih adanya anggapan bahwa imunisasi bertentangan dengan kehendak tuhan dan menyerahkan sepenuhnya hidup dan mati atas kehendak Tuhan.

                Akhirnya, sebelum mengakhiri sambutan dan mencanangkan kegiatan PIN tahun 2016 di Kabupaten Majalengka, Bupati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu kelancaran kegiatan pemberian imunisasi tambahan polio di Kabupaten Majalengka, seraya berharap upaya ini merupakan langkah untuk mengantisipasi timbulnya ancaman berbagai penyakit terhadap tumbuh kembangnya anak-anak kita sebagai generasi mendatang, generasi yang menjadi harapan kita, untuk melanjutkan perjuangan kita di masa depan.